Ijinkan aku….. Monday, Nov 26 2007 

Dear Valued Costumer,

First and foremost, I would like to send my utmost thanks for all your kind cooperation during my work period in Magetan Putera.

During those period as well, as human being, I know I have made mistakes, so kindly accept my apology for all the things I have done or said improperly.

Starting December 1st, 2007, me, Tifa will no longer a part of Magetan Putera team and for all the task I have been handling, will be continuing handled by ……..

Last but not least, I wish for the best success to you for the upcoming days.

Thank you very much,

Sincerely Yours,

 

Tifa

tips menghilangkan rasa bosan di kantor Friday, Nov 23 2007 

tik..tok..tik..tok…jam rasanya lambat sekali jalannya. Dari tadi ternyata jarum pendeknya tidak beranjak ke angka lebih besar. Huaaammmm, ngantuuukkk, saking bosennya. Harus gimana? ini dia tips (sok tau) nya….

  • Putar musik pelan dan ikutlah berdendang, namanya berdendang ga lebih keras dari suara aslinya ya…Kalau muter musiknya keras atau dendangannya lebih keras, nanti dikira ada kondangan penganten di kantor (pengalaman siapa ya…:D)
  • Ngobrol, ngrumpi, cekakak cekikik sama temen kantor. Asal ga kebablasan berasa di ajang arisan atau hangout. Ga usah susah-susah, ngobrol saja dengan teman seruangan jadi tidak perlu beranjak dari kursi. Ga mempan?
  • Cari alesan kenapa ga mempan, kalau ga mempannya karena temennya kurang asik, kurang rumpi, kurang lucu….cari temen virtual, alias chatting di internet (hehehehe). Masih ga mempan juga?
  • Cari temen kantor diluar ruangan yang bisa diajak ngobrol sebentar. Ingat, sebentar aja. Kalo ternyata setengah jam kemudian kembali ke meja masih berasa bosan…..
  • Jalan-jalan sebentar di area kantor. Bagi yang kantornya punya tangga, nah naik turunlah niscaya akan ada manfaat lain yang diperoleh selain hilang rasa kantuk, biar kurus…:P
  • Ngegame bentar.
  • Cari sesuatu yang menarik di internet. Entah itu liat-liat video di youtube, cari ‘permainan’ yang dirasa mengasikkan, or whatever lah

Ingat lagi, semuanya serba sebentar…ini kantor gitu lowhh….Kalau ternyata semua tips di atas ga berhasil ngilangin bosen, yowes bali wae dab ning omah turu!!!hihihihihihi

(isi tips di atas lebih pada curahan hati jadi ga usah dianggap benar ya…:D)

It’s just a perfect day…. Thursday, May 17 2007 

 ** aku

Tanggal merah yang adem….

Bangun pagi-pagi pergi kerja diiringi gerimis….

And Im gonna home at 4.30 pm 

** mereka

Tanggal merah yang adem….and it’s a long weekend

Meringkuk di balik selimut ditemani gerimis di balik jendela kamar 

Iam gonna be at home alllllll day long, coz I still have 3 more days off  for other getaway plan

Yeahhh…..What a perfect day for me!!! 

mayday…mayday…(it’s supposed to be payday) it’s our day! Tuesday, May 1 2007 

1 Mei…that so called Mayday, International Labour Day….Yeaahh, it’s our day!!

Buruh juga manusia ya, so please donk, pay attention to our :

  • salary, tentu saja….Hidup jaman sekarang susah kan bos, semua serba mahal. Tolong donk kasih kita standar gaji minimal UMR. Itu seharusnya kan jadi batas minimal, karena UMR pastinya ditetapkan berdasarkan minimal living cost kita di daerah tempat kerja ini. Kalau kita dikasih kurang dari UMR, kita susah juga kan buat survive bos…
  • perhitungan over time…Buruh seperti kita ini sebenarnya menilai over time itu sebuah dilema. Di satu sisi, memang kewajiban kita kalau memang pekerjaan membutuhkan ekstra perhatian dan menyita lebih waktu kita yang seharusnya. Kita melakukan over time sebagai bentuk tanggung jawab kita atas pekerjaan yang bos limpahkan kepada kita. Tapi, tolong mengertilah juga bos….working over time menuntut ekstra tenaga dan pikiran, maka pikirkanlah timbal balik yang seimbang dengan menghitung itu dengan benar dan sesuai. Kalau bos menolak untuk mengikuti peraturan pemerintah itu, ya, setidaknya pakai nurani deh…sesuai kah yang Anda berikan…toh kami juga tidak meminta yang muluk2 atau berlebih.
  • jam kerja, kita bukan robot kan…dan kami juga pengen punya waktu sedikit lebih banyak dengan keluarga dan teman-teman kami.  Apalagi bagi kaum kami yang perempuan, kehidupan mereka hanya sekitar rumah dan tempat kerja saja. Bayangkan, apa yang bisa lagi mereka lakukan ketika mereka harus sudah meninggalkan rumah jam 7 pagi, dan sampai rumah lagi jam 5 sore. itu sudah 10 jam lo bos. Jadi mereka hanya punya waktu yang lain selama 14 jam. Dikurangi dengan jam tidur normal yang 8 jam, brarti sisa mereka untuk keluarga dan teman-teman mereka hanya 6 jam. Apakah 6 jam saja cukup untuk melayani suami dengan misalnya memasak. Melayani anak misal dengan bermain bersamanya, memandikan, menyuapi, membantu mengerjakan pe er. Sosialisasi dengan teman dan tetangga….ahhh, saya pikir itu tidak akan cukup. Tapi kami cukup menerima lo bos, hanya saja, pikirkan untuk tidak menambah jam kerja kami dari yang memang sudah ditetapkan pemerintah kecuali Bos bersedia memperhitungkan itu sebagai working over time dengan tentu saja, perhitungan yang sesuai juga seperti yang sudah kami ungkap di atas.
  • jaminan ketenaga kerjaan… terutama kesehatan. Wah mau ngomong apa kalo tentang yang satu ini…Sekiranya sudah sangat jelas siy….
  • ketentuan cuti….sip, kita berhak untuk cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja. Alhamdulillah….bisa curi2 waktu untuk ‘keperluan’ yang lain. Mhh, tapi gimana buat yang dengan terpaksa tidak bisa ambil jatah cuti itu ya…saya denger ada kompensasinya lo bos. Gimana tu?
  • pesangon…adalah sesuatu yang bener-bener menjadi hak kami kan bos ketika perusahaan mem PHK kami dengan alasan apapun. Jadi cobalah untuk tidak mencari-cari celah untuk ‘merumahkan’ kami tanpa tidak perlu memberi pesangon. Kami sedih bos denger banyak cerita mengenai intrik2 ini. teman kami ada yang dirasa perusahaan ‘merugikan’(bisa jadi secara subyektif mungkin) kemudian sebisa mungkin menyingkirkan dia dengan suatu cara yang tidak perlu mengeluarkan pesangon. Seperti di mutasi ke daerah yang ‘pelosok’…atau dirumahkan dengan gaji 20% dari seharusnya tanpa batas waktu yang jelas sehingga posisi mereka mengambang. Di satu sisi, mereka tidak bisa berkarya di tempat lain secara maksimal karena status mereka masih milik Anda, tapi sisi lain mereka juga tidak mendapatkan kepastian dari Anda. Akan lebih parah lagi ketika ada teman kami yang menerima semacam teror atau kekerasan psikis di tempat kerja hanya untuk keinginan agar ia mau secara sukarela mundur dari tempat kerja nya karena tidak kuat lagi menerima kekerasan semacam itu. Oohh….betapa menyedihkannya nasib teman kami itu. Jangan lah bos, ada permasalahan seperti itu lagi…

ya, itu sekelumit saja dari kami…mumpung momen ini kami rasa pas untuk menyampaikan aspirasi kami dan sebagai reminder kepada Anda bos, bahwa buruh juga manusia….hehehehehe

bulan memanjang lagi Wednesday, Apr 4 2007 

lagi-lagi bulan memanjang

kali ini, sudah memanjang sampai 35 hari

apakah masih akan terus memanjang?

mmhh, beberapa waktu ini bulan memang selalu memanjang

sementara aku sebenarnya lebih suka ketika bentuk bulan seperti biasanya

bulat sempurna

bukan memanjang……

nasib….nasib…..

my comfort zone…. Tuesday, Apr 3 2007 

adakah yang merasa sekarang sedang berada di comfort zone yang sebenernya merupakan sebuah jebakan?Im talking about our job here….
I mean…..

Kita merasa nyaman dengan pekerjaan yang kita dapet sekarang, padahal kita tau mungkin kita tidak akan survive di dalamnya. Aku pernah mengalaminya…dan mungkin sekarang sedang mengalaminya lagi…

Aku merasa nyaman dengan pekerjaanku, dalam artian bahwa aku tidak mengalami banyak tekanan di dalamnya, aku masih bisa santai dan punya waktu luang….meski ‘hasil’nya juga berbanding lurus dengan keadaan itu. Sometimes I feel it’s hard to move on altough I think that Im not gonna settle my future in here or I realized that I have no guarantee for my future here. Tapi…tetep aja, Im still here…

Terpikir dan kadang bahkan terlaksana untuk mencari kesempatan baru, tapi apa? it always go back to this comfort zone. berpikir apakah kesempatan yang baru itu memberikan kenyamanan yang sama?apakah kesempatan yang baru itu akan lebih memberikan kenyamanan? Yup, that’s what so called comfort zone yang sebenarnya adalah jebakan. Aku tau, aku ga akan pernah bisa maju bila selalu menjadi pendampa comfort zone kan….gambaran pikiranlah yang sebenernya membuat aku susah keluar dari comfort zone. Padahal, siapa tau….tekanan, rintangan, dan segala macam yang ada di gambaran pikiran itu akan menjadi sesuatu hal yang biasa ketika aku sudah masuk ke dalamnya…

Jadi, ayo tipha….blajarlah untuk kluar dari comfort zone-mu!!