selamat pagi Tuan yang Sempurna
saya hanya bisa menulis ini karena Anda mungkin benar, Saya adalah orang yang tidak punya otak sehingga tidak bisa berkata-kata….
Dasar pikiran iblis!!
Tahukan Anda Tuan, apakah iblis itu?
Iblis adalah makhluk paling jahat yang diciptakan Tuhan…..
ooohhh..maaf, Saya lupa kalau Anda adalah orang yang cerdas yang sudah pasti tahu apa arti iblis!Sekali lagi, maafkan Saya….
Dan menurut Saya, Anda yang cerdas pasti juga bisa mengerti bagaimana perasaan seseorang ketika ia dikatakan sebagai Iblis. Perasaan?
Saya tahu, Anda punya otak yang mungkin sangat besar yang menjadikan Anda bisa secerdas sekarang. Tapi Tuan, maafkan bila Saya lancang dengan bertanya : Apakah Anda cukup punya hati? hati yang bisa mengerti dan memahami perasaan seseorang?
karena Saya cukup heran, Anda tidak mengerti apa arti anggukan itu….Bukankah itu adalah bahasa tubuh yang sudah membumi? sama herannya ketika Tuan sulit untuk mengartikan apa arti gelengan itu….sampai Tuan selalu merasa Saya perlu untuk berkata-kata meski sekedar untuk jawaban ‘iya’ atau ‘tidak’
Saya masih bisa mengerti bila Tuan tidak mengerti apa arti sebuah air mata…oh, maaf, bukan sebuah….tapi linangan air mata. Saya bisa mengerti karena Tuan adalah seorang laki-laki. Dan menurut yang pernah Saya dengar, air mata ini diciptakan khusus Tuhan untuk kaum wanita. Maaf Saya yang bodoh kali ini akan berusaha menerangkan sesuatu pada Tuan Yang Sempurna….
Air mata diciptakan untuk 2 hal, kebahagiaan dan kesedihan atau kesakitan. Pada intinya, air mata diciptakan Tuhan untuk wanita agar mereka bisa mengekspresikan perasaannya. Anda cukup cerdas bukan untuk memahami ekspresi apa ketika wanita mengeluarkan air mata?saya dengar Anda pintar membaca karakter seseorang dan pasti juga pintar membaca ekspresi wajah seseorang, meski Saya tau Anda bukan orang yang cukup cerdas untuk selalu bisa membaca pikiran dan hati orang lain.
Sebentar Tuan, Saya mencoba untuk flash back sedikit….
Ya, Anda kesulitan mengartikan apa itu anggukan dan gelengan….tapi, mengapa Anda paham sekali apa itu arti sebuah tendangan? bukankah itu sama2 sebuah bahasa tubuh Tuan?oohh…mungkin karena bahasa tubuh yang satu itu memang sudah melekat pada diri Tuan sejak dulu ya, seperti yang pernah Tuan ceritakan pada Saya. Mungkin begitu juga dengan tamparan ya Tuan….
Tenang saja Tuan, Saya juga sangat mengenal bahasa tubuh yang seperti itu. Saya sudah sangat sering mengalaminya sejak dulu….meski yang terjadi Saya tidak menjadi kebal olehnya, dan justru sebaliknya….Saya semakin lemah olehnya. Mungkin ini seperti antibiotik ya Tuan, semakin banyak dan sering dijejalkan dalam tubuh kita, yang terjadi justru tubuh kita yang semakin lemah oleh virus itu.
Terlepas dari itu Tuan, Saya ucapkan terima kasih banyak atas perhatian Tuan selama ini. Tuan salah besar bila menganggap Saya tidak pernah menghargai itu. Tahukah Tuan kalau Saya selalu merasa sangat tersanjung dengan perhatian Tuan?
Tetapi…apakah Saya harus berbohong bila ternyata Saya memang tidak mau melakukan apa yang Tuan ‘perhatikan’ itu agar Tuan merasa dihargai? Apakah ketidakmauan Saya itu selalu berarti ‘tidak menghargai’ atau ‘keras kepala’? Tuan, Saya ulangi, Saya selalu merasa tersanjung dengan perhatian Tuan….
Sekiranya cukup sekian surat Saya ini, Saya tidak mau lebih banyak berkata-kata karena itu bukan keahlian Saya. Maafkan Saya bila apa yang Saya ucapkan tidak pernah terasa enak didengar oleh Tuan sama seperti Tuan merasa Saya adalah orang bodoh yang tidak pernah bisa diajak bicara baik2.
Kali ini, Saya akan mencoba menguatkan hati Saya untuk terus diam meski itu menyiksa Saya. Tapi mudah-mudahan Tuan cukup bisa mengerti itu karena sekali lagi, Saya tidak pandai untuk berkata-kata. Saya hanya berharap, apa yang Tuan katakan bahwa kita mungkin tidak akan bisa bertahan selamanya tidak akan terjadi, karena bagaimanapun selama ini Saya hanya punya dua dunia….Tuan dan seorang gadis Saya….dan akan menjadi kepedihan bagi Saya jika nantinya Saya harus melepas salah satunya….
tulisan ini kupersembahkan untuk seseorang yang sangat dekat dihatiku, bahkan menjadi bagian dalam diriku selama ini…ak hanya mencoba menggambarkan perasaannya dan menemaninya melalui semuanya….”kuatkan hatimu, sayank….aku selalu berdoa agar semuanya berjalan dengan baik dalam hidupmu dan kelak kamu akan mengerti bahwa kehidupan yang kamu jalani sekarang tidaklah selalu buruk seperti yang kamu bayangkan sebelumnya. aku tahu kamu pernah bahagia, dan aku berdoa untuk kebahagiaanmu lagi. Kuat ya sayank….demi gadismu. Oya, sementara ini bahagialah bersama duniamu yang lain, bahagialah untuk duniamu itu sayank….”