hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu
hanya satu pintaku
tuk bercanda dan tertawa
di pangkuan seorang ayah
Mengutip lirik lagu dari Mocca…. berapa banyak di negara kita ini (untuk tidak membicarakan lingkup dunia) anak-anak yang mendendangkan keinginan seperti itu?
Mengiris hati bener melihat anak-anak sekecil itu tidur di dekapan seseorang yang tidak bisa mereka panggil ‘mama’ untuk diri mereka sendiri.
Menguras air mata sekali ketika mereka sakit, tidak ada belaian dari seseorang yang bisa mereka panggil ‘ibu’ untuk diri mereka sendiri.
Sebuah drama yang menyedihkan ketika mereka tidak bisa menuntut hak untuk bersekolah tinggi kepada seseorang yang bisa mereka panggil ‘papa’.
Mereka harus belajar untuk berbagi bahkan sejak mereka dilahirkan. Berbagi mama, berbagi papa, berbagi perhatian ibu, berbagi kasih sayang ayah. bahkan mungkin sebagian besar dari mereka tidak memiliki ayah, karena dalam lingkungan ‘rumah’ mereka hanya ada seorang ‘ibu’. Mereka harus belajar bersabar bahkan sejak mereka membuka mata. Bersabar karena ketika mereka haus, ‘ibu’ sedang memberikan minum kepada ‘saudara kecil’ mereka yang lain. Bersabar ketika mereka sakit, ‘mama’ juga harus mengurusi ‘saudara-saudara’ yang lain. Bersabar ketika mereka menangis ingin digendong, ‘ibu’ sedang memandikan ‘saudara’ yang laen.
Mengapa masih saja ada mereka yang bernasib seperti ini?Bisakah kita menyebutnya sebagai anak-anak yang terbuang? anak-anak yang bahkan tidak diinginkan oleh orang tuanya sendiri, oleh ibunya sendiri…..Apa salah mereka harus memikul yang sedemikian itu?
apa bila ini
hanya sebuah mimpi
ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun
hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
di pangkuan ayah dan ibu