I found my old writings in a place I’ve never thought before….yang aku sendiri hampir lupa dengan itu. Tapi aku tau pasti setelah membacanya kembali, it’s definitely my writing di kala jaman sedamg  mencari identitas diri (halahhhh)…..

Sendiri Bukan Sepi

Sendiri ………
Melihat dalam sunyi
Mendengar dalam senyap
Membaca dalam hening
Merasa dalam diam

Sepi ………..
HAmpa dalam tawa
Mengiris dalam gelak
Asing dalam kerumunan

Sendiri bukan Sepi

Aku Seorang Pecinta

Kau boleh panggil aku sesukamu
Setelah kau tau apa yang kukatakan
Aku adalah seorang pecinta
Tapi kau boleh saja panggil aku “Tak Waras”
Karena memang…….
Aku bisa jatuh cinta pada air
yang karenanya aku hidup
Aku bisa jatuh cinta pada api
yang jilatannya mampu merubah kehidupan
Aku bisa jatuh cinta pada kebohongan
yang karenanya banyak nyawa terselamatkan
dan aku juga bisa jatuh cinta pada seekor singa
yang dengan kekuatannya mampu menjadi penguasa
Tapi aku juga bisa jatuh cinta pada setangkai daun yang layu
yang dengan kelemahannya mau membiarkan yang lain tetap hidup
Ya.. aku adalh seorang pecinta

Untuk Yang Punya Vagina

Atas nama, nama baik
haruskah diam bila itu menyiksa
haruskah bungkam bila itu menyakitkan
tak perlu merintih bila tak ingin bersuara
tak perlu mengerang bila ingin membisu
Atas nama, kehormatan
sanggupkah terus terinjak
sanggupkah terus terdepak
Atas nama, kehormatan
Sebenarnya dimana kehormatan itu?
Ketika tangan-tangan itu mulai datang
jangan diam
jangan bungkam
agar tak terinjak
agar tak terdepak
Keluarkan kekuatan yang selama ini tersembunyi
ada banyak kekuatan yang selama ini tak kau sadari
Atas nama, nama baik
jangan buang kehormatan

Yaahh, cuma sekedar mendokumentasikan kembali dan mengenang aku di kala itu…hihihihihi