Yup, bukankah lakon hidup ini juga tentang pilihan?
Bukan…bukan masalah kelahiran. Kita tidak bisa memilih kapan kita akan dilahirkan, dari rahim siapa kita keluar, dan dari sperma tangguh siapa kita berasal. Juga bukan tentang kematian. Kita juga tidak bisa memilih kapan raga kita siap atau ingin ditinggalkan oleh roh kita.
Ini tentang proses kehidupan……
Untuk menjadi mengerti, tidak melulu harus bersekolah. Sekolah adalah pilihan….Tetapi ketika ada tawaran mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri, itu adalah kesempatan. Kesempatan untuk berproses menjadi lebih mengerti. Dan Saya adalah orang yang pernah kehilangan (menghilangkan lebih tepatnya) kesempatan untuk proses itu, meski tidak se-menggiurkan beasiswa ke luar negeri. Dan meski tidak menyesali (maksudnya karena tidak ada gunanya menyesal) Saya pernah berimaji akan seperti apakah bila kesempatan kala itu Saya ambil.
Menikah, itu adalah sebuah pilihan. Apalagi dengan siapa kita akan menikah, lagi-lagi itu adalah pilihan. Mau pilih yang kaya atau ganteng atau pintar, baik hati, tidak sombong, semuanya pilihan. Tetapi ketika kita bertemu dengan seseorang dan menjadi nyaman bersamanya, itu adalah kesempatan. Kesempatan untuk berproses dan menemukan pasangan menikah. Kali ini Saya menjadi orang yang mengambil kesempatan itu. Saya pernah menjadi orang yang tidak terlalu memusingkan masalh pernikahan. Saya tidak akan gusar ketika usia sudah menginjak 26 tahun dan Saya belum menikah, bahkan Saya pernah berpikir bahwa pernikahan belum tentu membawa Saya kepada kebahagiaan. Tetapi, pada suatu saat Saya belajar bahwa menyia-nyiakan kesempatan mungkin akan kita sesali, jadi Saya ambil kesempatan untuk berproses dengan seseorang menuju sebuah pernikahan. Dan hasilnya….memuaskan!Mungkin bila disejajarkan dengan kesempatan pertama tentang sekolah, Saya menikmati nilai IPK diatas 3 untuk tidak jumawa dan kepedean dengan menyebutkan bahwa Saya cum laude.
Pekerjaan….adalah sebuah pilihan ketika kita tidak lagi merasa nyaman di dalamnya, dan kita memilih untuk beranjak dan mencari kesempatan yang lain. Itulah yang Saya lakukan. Dan ketika kesempatan itu ada, meski keyakinan masih tertahan….Saya tetap akan mencobanya. Doakan Saya……
akhirnya baca tulisanmu lagi.. lagi2 outstanding, sarat makna.
baiklah saya doankan… sekali lagi good luck!
well…well… memang tulisan yang sarat makna…. be success ya…
aku kurang mengerti, ato karena ada satu pilihan dan kesempatan yang belum kualami, dan satu lagi sedang aku alami kesempatan itu? satu dari 3 pilihan dan kesempatan itu saya dapat untuk kedua kalinya, tanpa pikir panjang saya ambil tindakan. sejauh ini sesuai harapan. mohon doa restu juga semoga bukan penyesalan besar diakhirnya nanti. Good luck for us ya, bun.