Semua kehidupan akan berakhir dengan kematian. Sesuatu yang tidak bisa bisa terduga kapan akan datang, tapi pasti datang…Perlukah kita mencemaskan kematian?Aku kira wajar bila kita takut akan hal itu, mengingat betapa mudahnya berbuat dosa dan sulitnya mengoleksi pahala (meskipun senyuman bisa berarti pahala, tapi apakah pahala kita itu seimbangan dengan dosa kita?mmhh….worried mood: on) dan mengerikannya gambaran tentang alam setelah kematian bila ternyata memang timbangan dosa kita lebih berat.
Dalam kaitan dengan dunia, kematian sebernarnya adalah putusnya hubungan dengan urusan keduniawian. Kita tidak bisa lagi mencemaskan pendidikan anak kita, kita tidak perlu lagi khawatir dengan pekerjaan kita yang masih menumpuk, kita tidak perlu lagi peduli dengan gunjingan tetangga, dan lain-lain. Tapi….bagaimana dengan orang-orang yang kita tinggalkan?ternyata, kematian kita tetap saja masih bisa menyisakan ‘beban’ bagi mereka. Dan ‘beban’ yang akan aku soroti kali ini adalah ‘beban yang paling sederhana’ yaitu pemakaman.Ternyata….the power of money masih tetap saja ada sampai kematian.
Berapa kali membaca orang-orang yang kesusahan membayar biaya pemakaman?seperti untuk membeli tanah 2meter persegi itu….sekarang harga tanah makin gila karena memang keberadaannya yang makin sulit ditemukan. Lihat di sini sebagai contoh bagaimana kematian bisa ‘ditukar’ dengan kehidupan. Belum lagi untuk sebuah budaya atau kepercayaan, seperti upacara Ngaben di Bali. Upacara pembakaran mayat yang dipercaya untuk melepaskan roh menuju nirwana. Proses upacara yang panjang dan memakan biaya itu membuat beberapa mayat harus menunggu sampai beberapa waktu untuk upacara tersebut. Bahkan di perkembangan sekarang, penantian itu pun berbuah dengan pembakaran massal agar biaya bisa lebih murah, karena ada informasi biaya yang dibutuhkan bisa mencapai 30 juta. Contoh lain adalah upacara pemakaman di Toraja yang membutuhkan biaya jauh lebih besar, karena pemakaman dilakukan di atas tebing. Menurut kepercayaan mereka semakin tinggi tebingnya, semakin cepat roh bertemu dengan Tuhan atau surga. Paket upacara itu adalah dengan disembelihnya hewan (bisa sampai ratusan ekor untuk bangsawan), peti lapis emas yang beratnya minta ampun, belum lagi bahwa harta-harta bergerak milik orang yang sudah meninggal itu harus dikburkan bersamaan dan tidak boleh diwariskan kepada keluarganya. Semua prosesi itu bisa mencapai waktu 3 hari sampai 2 minggu.
Betapa sebuah kematian ternyata masih saja bisa membutuhkan uang…..