aku….setahun yang lalu Saturday, May 26 2007 

26 Mei 2006

Jumat ini seperti hari-hari biasa. Lagi-lagi aku merasa mabok dan perutku makin membesar saja. Lucu, karena ternyata aku masih muat dengan pakaian2 lamaku dari jaman sebelum menikah. Everything as ‘normal’ as others day. Bangun pagi dengan telernya, dimana selalu suamiku yang menyediakan minuman pagi…teh anget. Beranjak ke mar mandi, the place I hate the most during my pregnancy. Mengeluarkan isi perut, yang sebenernya masih cukup kosong karena aku belum lagi menelan apapun. Yah, cukuplah membasuh tubuh seadanya untuk sekedar syarat bahwa aku pergi kerja dengan mandi.

Di kantor, sama saja. Tidak ada sesuatu yang menampakkan perubahan berarti. Hanya saja pagi ini aku membawa kardus susu hamilku yang baru dibeli semalam. Aku berniat mengkonsumsi susu ini karena sadar tidak cukup gizi yang aku asupkan ke dalam tubuh janinku karena rasanya hampir semua makanan ditolak oleh pencernaanku saat ini. Ya, susu ini kubawa ke kantor dengan harapan aku bisa meminumnya dalam keadaan dingin seperti es untuk mengurangi rasa eneg.

Sore hari, semunya serba rutin dan tertebak…Aku harus menunggu beberapa saat di luar kantor sebelum suamiku datang menjemput. Bahkan nampaknya semua satpam di kantor ini hapal aku selalu menjadi orang terakhir yang menunggu di luar.

Malam hari, lagi-lagi kami harus berpikir keras akan makan apa malam ini. Aku sudah menghentikan aktivitas memasakku setelah janin di perutku ini sepertinya menolak aroma2 bumbu2 itu. Lebih dari itu, aku sudah hampir tidak pernah menginjakkan kakiku ini di dapur kos kecuali untuk sekedar mencuci gelas yang hanya 2 biji.

Hal yang paling aku suka adalah tidur. Bahkan aku tidak lagi berminat pada televisi. Maka aku memutuskan untuk tidur setelah makan dan hanya tersadar sebentar ketika melihat suamiku ikut beringsut ke kasur setelah matanya lelah di depan televisi.

27 mei 2006

Pagi ini aku bangun lumayan lebih pagi dari biasanya. 05.30. Cepat2 mengeluarkan muatan kemihku dan berwudlu. Tidak perlu berlama-lama berada di kamar mandi, the place I hate the most pada saat ini. Setelah selesai sholat, aku membangungkan suamiku. Seperti biasa, perlu waktu extra untuk membuatnya beranjak dari kasur di pagi hari. Tapi ini sudah hampir jam 06.00, 05.50 tepatnya, jadi mau ga mau aku harus memaksanya lebih keras sampai akhirnya dia menuju kamar mandi dengan aktivitas yang pasti sama dengan yang aku lakukan sebelumnya. Entah kenapa, ia memutuskan untuk solat di ruang tamu, bukan di kamar seperti biasa. Dan seperti biasa, setelah bangun untuk sholat, aku kembali ke tempat favoritku, kasur, untuk bermalas2an sambil melawan rasa mual.

Sepertinya suamiku baru saja selesai mengenakan sarung, ketika tiba2 aku merasa kasurku ini terguncang. Aku cepat tersadar kalo ini gempa!Aku segera berlari ke ruang tamu dan mendapati suamiku sedang berusaha untuk membuka kunci pintunya. Semakin lama goncangan ini semakin keras saja, sampai rasanya sulit sekali melangkahkan kaki untuk menuju udara bebas. Ya Tuhan, belum pernah selama hidup aku merasakan yang seperti ini.

Seketika itu terbersit kilatan2 wajah2 orang yang aku sayangi….termasuk wajah seseorang yang belum pernah aku lihat dan tidak tau seperti apa wajahnya. Ya, janinku….Ya Tuhan, mudah-mudahan ia cukup kuat untuk berlari bersamaku, dan ia cukup kuat untuk menahan lapar selama beberapa waktu karena ternyata, keadaan lebih parah dari yang aku duga. Tidak ada warung yang buka, dan bahkan ternyata begitu banyak korban yang berjatuhan. Di jalanan aku melihat sendiri beberapa rumah rubuh, orang2 berselimut debu2. tapi untungnya aku tidak bertemu dengan korban yang bersimbah darah. Aku hanya tau bahwa memang ada korban seperti itu lewat suamiku ketika ia melintas ke arah jalan rumah sakit untuk mencarikan air minum buatku, karena galon di kos tumpah ruah karena goncangan.

Peristiwa ini bener-bener membuat shocked, tapi terima kasih Tuhan Engkau menggoncang bumiku di pagi hari ketika orang-orang sudah mulai terbangun dan belum pergi beraktivitas di luar rumah (kecuali beberapa tentu saja). Terima kasih Tuhan aku melalui ‘peringatanMu’ bersama orang tersayang. Aku bahkan tidak berani untuk ditinggalkan sekedar mengecek keadaan kamar. Baru kali itu aku merasakan ketakutan akan kehilangan yang teramat. Terima kasih Tuhan Engkau masih melindungi semua keluargaku meski ada yang terluka dan tempat tinggalnya retak dimana-mana. Terima kasih Tuhan….

26 mei 2007

Sudah hampir satu tahun sejak kejadian itu berlalu, dan akan selalu menjadi ‘moment in my life’….Tapi kenapa?kenapa masih saja ada orang-orang yang harus tinggal di tenda karena rumah mereka hancur?kenapa masih ada orang-orang yang terluka karena tidak mendapat pertolongan yang maksimal? Aku tidak menyalahkanMu Tuhan….AKu hanya bertanya, kenapa aku punya pemerintah yang ‘tidak jelas’. Kenapa aku tinggal di negara yang punya sisi buram banyak sekali untuk rakyatnya….Kenapa Tuhan?

mari menyenangkan ego! Thursday, May 24 2007 

Bergabung bersama pesta2 dan selebrasi yang ada di dunia……

We’re the champion….yeaahhhh!!! Say sorry to Livepudlian…..wakakakakakkak

“you’re different, honey” Monday, May 21 2007 

A conversation between husband and wife who used to be a schoolmate after came to a school-reunion

Istri : “temen-temen banyak yang berubah ya Pa?!”

Suami : “He eh”

Istri : “Ada yang jadi lebih ‘terbuka’ ada yang lebih tertutup, malah ada yang sekarang pake jilbab. Ada yang jadi feminin n dandan abis, ada yang malah tambah cuek. Ada yang jadi kalem, ada yang jadi makin berani. Ada yang jadi putih, ada yang makin item. Kalo Papa liat aku, kira-kira aku masuk kategori yang mana Pa sekarang?”

Suami : “Kamu jadi gendut Ma”

Istri : ?????####@@@!!!!! (perasaan ga ada pilihan itu deh tadi!)

conversation with my ego Thursday, May 17 2007 

how’s life?

Good, life is so unpredictable but I hope in the end it’s right…A friend of mine told me that we just have to be patient, and a man of mine told me that we just have to be grateful. Yeah….agree

Complete?

Sure, I got family of my own…all are in a good health

What’s your fave moment?

Seeing my girl smiles when she wake up from tight-sleep. She’s juz sooo simply beautiful and peace

What is you hate from yourself? 

absolutely, temper….and a good complainer

What is you love the most from yourself?

It’s everytime I feel that I could be patient enough…:D

Are you feeling good about yourself?

Damn, yes!! hahaha….

What is so annoying now?

being in the office on national holiday when I actually have another plan with ma fam….sigh!

It’s just a perfect day…. Thursday, May 17 2007 

 ** aku

Tanggal merah yang adem….

Bangun pagi-pagi pergi kerja diiringi gerimis….

And Im gonna home at 4.30 pm 

** mereka

Tanggal merah yang adem….and it’s a long weekend

Meringkuk di balik selimut ditemani gerimis di balik jendela kamar 

Iam gonna be at home alllllll day long, coz I still have 3 more days off  for other getaway plan

Yeahhh…..What a perfect day for me!!! 

anak-anak yang terbuangkah? Tuesday, May 15 2007 

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
dalam dekap seorang ibu

hanya satu pintaku
tuk bercanda dan tertawa
di pangkuan seorang ayah

Mengutip lirik lagu dari Mocca…. berapa banyak di negara kita ini (untuk tidak membicarakan lingkup dunia) anak-anak yang mendendangkan keinginan seperti itu?

Mengiris hati bener melihat anak-anak sekecil itu tidur di dekapan seseorang yang tidak bisa mereka panggil ‘mama’ untuk diri mereka sendiri.

Menguras air mata sekali ketika mereka sakit, tidak ada belaian dari seseorang yang bisa mereka panggil ‘ibu’ untuk diri mereka sendiri.

Sebuah drama yang menyedihkan ketika mereka tidak bisa menuntut hak untuk bersekolah tinggi kepada seseorang yang bisa mereka panggil ‘papa’.

Mereka harus belajar untuk berbagi bahkan sejak mereka dilahirkan. Berbagi mama, berbagi papa, berbagi perhatian ibu, berbagi kasih sayang ayah. bahkan mungkin sebagian besar dari mereka tidak memiliki ayah, karena dalam lingkungan ‘rumah’ mereka hanya ada seorang ‘ibu’. Mereka harus belajar bersabar bahkan sejak mereka membuka mata. Bersabar karena ketika mereka haus, ‘ibu’ sedang memberikan minum kepada ’saudara kecil’ mereka yang lain. Bersabar ketika mereka sakit, ‘mama’ juga harus mengurusi ’saudara-saudara’ yang lain. Bersabar ketika mereka menangis ingin digendong, ‘ibu’ sedang memandikan ’saudara’ yang laen.

Mengapa masih saja ada mereka yang bernasib seperti ini?Bisakah kita menyebutnya sebagai anak-anak yang terbuang? anak-anak yang bahkan tidak diinginkan oleh orang tuanya sendiri, oleh ibunya sendiri…..Apa salah mereka harus memikul yang sedemikian itu?

apa bila ini
hanya sebuah mimpi
ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun

hanya satu pintaku
tuk memandang langit biru
di pangkuan ayah dan ibu

 

Memahami Tuhan ada di dalam diri kita Monday, May 7 2007 

Found a new interesting perspective about God’s existance….It’s not a being outside me, God in me, about me, and over me…
Tuhan di Luar, Tuhan di Dalam

Kartono Mohamad

Bagi banyak orang, Tuhan ada di luar. Orang sering merujuk tempat Tuhan sebagai di atas, entah di mana. “Terserah yang di atas” adalah ungkapan yang biasa diucapkan saat orang menyerahkan nasibnya kepada Tuhan.

Tuhan yang diagungkan tidak mungkin ada di bawah dan lebih rendah dari manusia. Banyak agama meyakini, tempat Tuhan yang “di atas” itu. Musa menemui Tuhan di puncak gunung di Sinai. Setelah disalib, Yesus diyakini “diangkat ke langit”. Nabi Muhammad pernah dipanggil “naik” ke tempat Tuhan lalu menerima perintah untuk umatnya.

Tuhan dimanipulasi

Karena Tuhan ada di luar diri kita, banyak orang merasa dekat hanya saat mengunjungi-Nya, saat bersembahyang di masjid, gereja, pura, atau vihara. Pada saat itulah manusia merasa telah mendekat kepada Tuhan dan berharap Tuhan akan mengingat kehadirannya. Selepas itu, bahkan tidak jarang baru beberapa langkah keluar dari tempat ibadah, ia sudah lupa akan Tuhan. Tuhan sudah ditinggalkan di masjid, gereja, pura, atau vihara. Seperti gurauan teman saya orang Filipina, “On Sunday we are true Catholics. On the other days, we are true Philippinos”. Pada hari lain kembali mereka senang bertaruh menyabung ayam dan bermabuk-mabukan.

Konsep Tuhan jauh di atas juga membuat Tuhan seperti orang lain yang dapat dimanipulasi, ditipu, atau disuap. Banyak penganjur agama yang mengatasnamakan Tuhan dalam meminta upeti, fasilitas, atau layanan pribadi kepada umatnya yang miskin. Mereka menjual Tuhan untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri.

Itulah yang menyebabkan Karl Marx menuduh agama sebagai candu rakyat. Rakyat miskin dicekoki, mereka harus lebih mementingkan Tuhan daripada diri sendiri, tetapi tidak satu pun yang mengangkat kemiskinan. Rakyat diajari, kemiskinan adalah takdir Tuhan maka banyaklah sembahyang dan beramal agar tertolong dari kemiskinan.

Tuhan yang di luar juga bisa ditipu. Setelah manusia mencuri atau korupsi, ia akan merasa sudah berbuat amal atau menebus dosa jika sebagian hasil korupsinya disumbangkan untuk membangun tempat ibadah atau pergi haji. Secara spiritual ia telah melakukan pencucian uang, menyuap Tuhan, dan mencari pujian dari sesama manusia. Bagi yang menganggap Tuhan ada di luar, Tuhan tidak tahu kalau ia korupsi atau menipu dan hanya tahu ia pergi haji atau menyumbang pembangunan rumah ibadah.

Lebih parah lagi, selain menganggap Tuhan ada di atas, manusia lalu mengangkat diri sebagai wakil Tuhan di bumi dan berhak menafsirkan perintah Tuhan menurut diri sendiri. Ia juga merasa berhak mewakili Tuhan untuk menentukan siapa yang berdosa, siapa yang kafir, dan siapa yang murtad. Selain menjadi jaksa, ia juga merasa berhak menjadi hakim lalu menjatuhkan hukuman bagi mereka yang dianggap menyimpang. Dulu ada nabi-nabi yang diyakini dapat berkomunikasi langsung dengan Tuhan dan menjadi wakil Tuhan di bumi. Kini tidak ada lagi nabi. Untuk itu manusia mengangkat dirinya sendiri sebagai yang berhak mewakili Tuhan. Ia lalu menganggap ucapannya adalah ucapan Tuhan. Celakanya, orang-orang yang merasa mewakili Tuhan tidak jarang saling berebut pengaruh agar dialah yang dianggap paling benar. Jika perebutan secara adu argumentasi tidak berhasil, adu otot pun terjadi. Kekuatan fisik, jika perlu melalui teror, ditonjolkan. Negara dan polisi dibuat takut menindak karena melawan mereka identik melawan Tuhan.

Tuhan di dalam

Sudah sejak abad ke-18, para pakar filsafat berdebat tentang keadaan Tuhan. Ada yang menganggap Tuhan tak ada, ada yang berpendapat Tuhan ada tetapi tidak operasional lagi (kaum Deist), bahkan ada yang menganggap Tuhan sudah mati (antara lain Nietzsche). Kaum Deist, seperti kebanyakan penganut agama masa kini, menganggap Tuhan ada jauh di atas sana. Sepanjang ia ada jauh di sana, biarkan Ia dengan kesenangan-Nya sendiri, atau buatlah agar Ia senang di tempat-Nya (Deist position kept God happily in His place).

Yang agak berbeda adalah Immanuel Kant (1724-1804). Ia mengaku percaya ada Tuhan, tetapi Tuhan diyakini ada bukan karena segala sesuatu harus ada awalnya. Bagi Kant, Tuhan dianggap sebagai pembuat hukum moralitas tertinggi. Manusia yang baik adalah yang mematuhi hukum Tuhan. Hanya saja Kant tidak menganggap, Tuhan tidak ada di luar, tetapi di dalam diri kita (God is not a being outside me…Only God in me, about me, and over me). Ia memperkenalkan teori Categorical Imperative: Kita wajib berbuat baik dan benar karena dorongan dari diri sendiri, karena ada Tuhan pembuat hukum di dalam diri kita. Tuhan dalam diri kita juga tidak dapat ditipu, dimanipulasikan, atau dijual untuk kepentingan kita.

Memahami konsep bahwa Tuhan ada dalam diri sesuai ajaran Kant akan sulit bagi kebanyakan kita yang sudah terbiasa menempatkan Tuhan ada di luar diri kita, jauh di atas sana. Kita sudah menjadi penganut Deist yang membiarkan Tuhan berada jauh di sana, lalu kita wakili kehadiran-Nya di dunia, baik sebagai jaksa maupun hakim bagi manusia lain. Sementara kita sendiri tetap berbuat semau kita dan hanya sesekali menghadap-Nya, sebagai basa-basi rutin.

Manusia yang menganggap Tuhan jauh di atas tidak merasa bersalah saat ia korupsi, mencuri, atau merugikan orang lain. Tuhan yang jauh akan diam saja, atau senang, asal sesudah itu manusia bersembahyang, pergi haji, atau membangun rumah ibadah. Beda dengan konsep Kant yang mengatakan kita harus selalu berbuat baik dan menghindari berbuat jahat karena Tuhan ada di dalam diri kita.

Kartono Mohamad Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI)

(taken from http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/05/opini/3500663.htm)

Perempuan apa? Friday, May 4 2007 

Pening hari ini baca 2 berita yang hampir sama dari detik.com.

Berita pertama tentang kematian bocah perempuan kecil, 2 thn, yang menurut pengakuan Ibunya karena sakit. Justru para tetangga yang merasakan ada kejanggalan pada kematian gadis kecil itu, karena mayatnya mengeluarkan air mata dan ada lebam di mulutnya. Ternyata, setelah diotopsi memang ada luka di bibir, tengkuk, tungkai dan vagina. Dan lebih parahnya, pihak kepolisian menengarai kalau ada penganiayaan di balik kematian ini yang juga menyangkut asuransi korban yang nilainya besar, warisan yang juga besar, karena memang ayah dari bocah itu sudah lebih dulu meninggal; dan perselingkuhan ibu korban.
Berita kedua juga tak kalah mengiris hati dan mnguras air mata (dan ini bukan hiperbola). Seorang Ibu bunuh diri dengan membakar diri setelah bercekcok dengan suaminya. Tidak sembarang bunuh diri, tapi Ibu ini ‘memaksa’ anaknya ikut bagian dalam rencananya itu. Anak yang masih 1 tahun dan 8 tahun. Si anak yang 1 tahun itu naas ikut meninggal bersama Ibunya. Yang lebih bikin hati panas adalah si anak yang 8 tahun, yang memang sudah lebih bisa berpikir tentang apa yang terjadi, berhasil menyelamatkan diri dari api. Tapi apa dia beruntung? sayangnya sangat tidak! ia menderita luka bakar 90%, tubuhnya melepuh dan terus mengeluarkan darah. Sekujur tubuhnya sekarang terbalut perban, dan hanya menampakkan mata yang sesekali terpejam (mungkin menahan sakit yang teramat) dan mulutnya saja. Perasaan sakit seperti apakah yang anak itu rasakan, kita ga akan pernah bisa untuk membayangkan. Sakit fisik, dan tentu saja sakit psikis. Dan mungkin kita tidak akan pernah bisa berempati pada rasa sakit yang ia rasakan, kita hanya bisa bersimpati.

Ada apa ini????dua peristiwa di atas sama-sama melibatkan perempuan yang berlabel Ibu sebagai tokoh aktif. Mungkinkah nilai dan pemaknaan kata Ibu yang selama ini digambarkan begitu tulus dan rela berkorban sudah terdegradasi? Atau mungkin, itu ‘hanya’ sebagai sebuah bentuk apologi karena ternyata Ibu juga seorang manusia yang tidak sempurna? Apapun itu, akal dan hatiku sangat terluka dengan peristiwa-peristiwa itu, yang mungkin hanyalah sebuah sampel dari rentetan peristiwa lain tentang hubungan Ibu dan anak di dunia ini.

“Everything” Thursday, May 3 2007 

I can be an asshole of the grandest kind
I can withhold like it’s going out of style
I can be the moodiest baby and you’ve never met anyone
Who is as negative as I am sometimes

I am the wisest woman you’ve ever met.
I am the kindest soul with whom you’ve connected.
I have the bravest heart that you’ve ever seen
And you’ve never met anyone
Who’s as positive as I am sometimes.

You see everything, you see every part
You see all my light and you love my dark
You dig everything of which I’m ashamed
There’s not anything to which you can’t relate
And you’re still here

I blame everyone else, not my own partaking
My passive-aggressiveness can be devastating
I’m terrified and mistrusting
And you’ve never met anyone as,
As closed down as I am sometimes.

You see everything, you see every part
You see all my light and you love my dark
You dig everything of which I’m ashamed
There’s not anything to which you can’t relate
And you’re still here

What I resist, persists, and speaks louder than I know
What I resist, you love, no matter how low or high I go

I’m the funniest woman that you’ve ever known
I’m the dullest woman that you’ve ever known
I’m the most gorgeous woman that you’ve ever known
And you’ve never met anyone
Who is as everything as I am sometimes

You see everything, you see every part
You see all my light and you love my dark
You dig everything of which I’m ashamed
There’s not anything to which you can’t relate
And you’re still here

(and I hope you will be here forever…. with all my light and all my dark….here, by myside)

mayday…mayday…(it’s supposed to be payday) it’s our day! Tuesday, May 1 2007 

1 Mei…that so called Mayday, International Labour Day….Yeaahh, it’s our day!!

Buruh juga manusia ya, so please donk, pay attention to our :

  • salary, tentu saja….Hidup jaman sekarang susah kan bos, semua serba mahal. Tolong donk kasih kita standar gaji minimal UMR. Itu seharusnya kan jadi batas minimal, karena UMR pastinya ditetapkan berdasarkan minimal living cost kita di daerah tempat kerja ini. Kalau kita dikasih kurang dari UMR, kita susah juga kan buat survive bos…
  • perhitungan over time…Buruh seperti kita ini sebenarnya menilai over time itu sebuah dilema. Di satu sisi, memang kewajiban kita kalau memang pekerjaan membutuhkan ekstra perhatian dan menyita lebih waktu kita yang seharusnya. Kita melakukan over time sebagai bentuk tanggung jawab kita atas pekerjaan yang bos limpahkan kepada kita. Tapi, tolong mengertilah juga bos….working over time menuntut ekstra tenaga dan pikiran, maka pikirkanlah timbal balik yang seimbang dengan menghitung itu dengan benar dan sesuai. Kalau bos menolak untuk mengikuti peraturan pemerintah itu, ya, setidaknya pakai nurani deh…sesuai kah yang Anda berikan…toh kami juga tidak meminta yang muluk2 atau berlebih.
  • jam kerja, kita bukan robot kan…dan kami juga pengen punya waktu sedikit lebih banyak dengan keluarga dan teman-teman kami.  Apalagi bagi kaum kami yang perempuan, kehidupan mereka hanya sekitar rumah dan tempat kerja saja. Bayangkan, apa yang bisa lagi mereka lakukan ketika mereka harus sudah meninggalkan rumah jam 7 pagi, dan sampai rumah lagi jam 5 sore. itu sudah 10 jam lo bos. Jadi mereka hanya punya waktu yang lain selama 14 jam. Dikurangi dengan jam tidur normal yang 8 jam, brarti sisa mereka untuk keluarga dan teman-teman mereka hanya 6 jam. Apakah 6 jam saja cukup untuk melayani suami dengan misalnya memasak. Melayani anak misal dengan bermain bersamanya, memandikan, menyuapi, membantu mengerjakan pe er. Sosialisasi dengan teman dan tetangga….ahhh, saya pikir itu tidak akan cukup. Tapi kami cukup menerima lo bos, hanya saja, pikirkan untuk tidak menambah jam kerja kami dari yang memang sudah ditetapkan pemerintah kecuali Bos bersedia memperhitungkan itu sebagai working over time dengan tentu saja, perhitungan yang sesuai juga seperti yang sudah kami ungkap di atas.
  • jaminan ketenaga kerjaan… terutama kesehatan. Wah mau ngomong apa kalo tentang yang satu ini…Sekiranya sudah sangat jelas siy….
  • ketentuan cuti….sip, kita berhak untuk cuti tahunan sebanyak 12 hari kerja. Alhamdulillah….bisa curi2 waktu untuk ‘keperluan’ yang lain. Mhh, tapi gimana buat yang dengan terpaksa tidak bisa ambil jatah cuti itu ya…saya denger ada kompensasinya lo bos. Gimana tu?
  • pesangon…adalah sesuatu yang bener-bener menjadi hak kami kan bos ketika perusahaan mem PHK kami dengan alasan apapun. Jadi cobalah untuk tidak mencari-cari celah untuk ‘merumahkan’ kami tanpa tidak perlu memberi pesangon. Kami sedih bos denger banyak cerita mengenai intrik2 ini. teman kami ada yang dirasa perusahaan ‘merugikan’(bisa jadi secara subyektif mungkin) kemudian sebisa mungkin menyingkirkan dia dengan suatu cara yang tidak perlu mengeluarkan pesangon. Seperti di mutasi ke daerah yang ‘pelosok’…atau dirumahkan dengan gaji 20% dari seharusnya tanpa batas waktu yang jelas sehingga posisi mereka mengambang. Di satu sisi, mereka tidak bisa berkarya di tempat lain secara maksimal karena status mereka masih milik Anda, tapi sisi lain mereka juga tidak mendapatkan kepastian dari Anda. Akan lebih parah lagi ketika ada teman kami yang menerima semacam teror atau kekerasan psikis di tempat kerja hanya untuk keinginan agar ia mau secara sukarela mundur dari tempat kerja nya karena tidak kuat lagi menerima kekerasan semacam itu. Oohh….betapa menyedihkannya nasib teman kami itu. Jangan lah bos, ada permasalahan seperti itu lagi…

ya, itu sekelumit saja dari kami…mumpung momen ini kami rasa pas untuk menyampaikan aspirasi kami dan sebagai reminder kepada Anda bos, bahwa buruh juga manusia….hehehehehe